Skip to content

Pengalaman Naik Kereta Api Eksekutif Sancaka

Stasiun Tugu Yogyakarta
Stasiun Tugu Yogyakarta

Sejak saya kuliah di UGM, di Daerah Istimewa Yogyakarta saya sering naik kereta api sebagai sarana mudik ke Lamongan. Kereta api merupakan sarana transportasi umum yang sangat aman dan nyaman pada saat ini. Berikut ini saya akan menceritakan pengalaman naik kereta api eksekutif sancaka.

Saya membeli tiket kereta api di online marketplace ijo, sebab saya memang mencari pemesanan tiket yang efisien cepat tanpa harus mengantri di loket. Pada hari H, saya berangkat ke stasiun naik GO-JEK, sebab dengan menggunakan Go-pay tarifnya cukup murah dari kos saya ke stasiun kereta api Yogyakarta.

Sesampainya di Stasiun Kereta Api Yogyakarta pintu timur, banyak yang menjuluki Stasiun Tugu, karena berada di sebelah selatan Tugu Yogyakarta, saya langsung menuju ke pencetakan Boarding pass. Saat ini kereta api menerapkan boarding pass yang mirip dengan boarding pass pesawat terbang. Di pencetakan boarding pass Stasiun Tugu Yogyakarta, komputer yang digunakan menggunakan sistem operasi Ubuntu Linux. Menggunakan ubuntu Linux di komputer untuk pencetakan boarding pass cukup tepat, sebab tampilan yang digunakan hanya browser web dan untuk driver hanya printer termal dan barcode reader saja.

Cetak Boarding Pass
Cetak Boarding Pass

Selanjutnya di pintu masuk sebelum masuk ruang tunggu stasiun, saya sudah menyiapkan ktp dan boarding pass tersebut untuk diserahkan kepada penjaga stasiun. Setelah dicocokkan nama dan NIK pada KTP dan boarding pass saya lalu diperbolehkan masuk menuju ruang tunggu stasiun. Kereta Api yang saya naiki KA Sancaka merupakan kereta api campuran antara kelas ekonomi dan eksekutif, berada di peron 4 stasiun Yogyakarta.

Suasana di stasiun sangat bersih, tetapi karena masih terdapat pembangunan di dalam stasiun untuk mempercantik stasiun, masih ada debu-debu dan bahan bangunan. Pengumuman melalui loudspeaker di stasiun menggunakan 3 bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa.

Kereta Api Sancaka Sore 86 yang saya tumpangi merupakan kereta api yang dikelola oleh DAOP  VI Yogyakarta yang ditarik oleh lokomotif CC 206. Untuk posisi dari Yogyakarta, gerbong eksekutif berada di belakang lokomotif kemudian kereta makan lalu paling akhir adalah kereta ekonomi.

Loko CC206
Loko CC206

Masuk ke dalam gerbong eksekutif, posisi duduk jarang-jarang. Kaki bisa selonjor dan ada pijakan kaki, posisi kursi bisa diatur hingga berbaring sehingga sangat nyaman berada di gerbong eksekutif ini. Posisi kursi menghadap ke depan semua, jadi tidak usah khawatir merasakan kereta berjalan mundur. Pada gerbong eksekutif ada bantal untuk menyangga kepala biar tidak mudah lelah.

posisi duduk gerbong eksekutif
posisi duduk gerbong eksekutif
tiap kursi ada bantalnya
tiap kursi ada bantalnya
terdapat pijakan kaki
terdapat pijakan kaki

Tepat pada pukul 16.40 kereta api berangkat menuju ke arah Surabaya. Dengan kecepatan maksimal 96 km/jam, kereta api Sancaka merupakan kereta yang jarang berhenti. Menurut jadwal, kereta api sampai Jombang pada pukul 20.50. Cukup cepat daripada naik bus AKAP yang menempuh waktu 6-8 jam perjalanan dari Yogyakarta ke Jombang. Sampai di Jombang pada pukul 20.55. Sedikit terlambat, tetapi masih bisa dimaklumi, karena kereta api jalur selatan masih menggunakan single track, beda dengan jalur utara yang sudah double track.

Demikian pengalaman saya menumpang kereta api eksekutif Sancaka.

Mochammad Kurniawan

Seorang yang hobi mengoprek segala sesuatu tentang komputer dan smartphone. Menyukai semua yang berbau opensource, meski tidak alergi dengan properiaty software. Senang berbagi informasi tentang teknologi informasi dan kegiatan sehari-hari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.